Sabtu, 22 Oktober 2011

Fiber Optic

Serat optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer, menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi. Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas/kaca. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.

Sejarah

Sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.

Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz . Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.

Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup mata normal akan dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.

Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.

Kelebihan

Dalam penggunaan serat optik ini, terdapat beberapa keuntungan antara lain[3] :

1. Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan

2. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi

3. Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang

4. Imun, kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio

5. Non-Penghantar, tidak ada tenaga listrik dan percikan api

6. Tidak berkarat

Pelemahan

Pelemahan (Attenuation) cahaya sangat penting diketahui terutama dalam merancang sistem telekomunikasi serat optik itu sendiri. Pelemahan cahaya dalam serat optik adalah adanya penurunan rata-rata daya optik pada kabel serat optik, biasanya diekspresikan dalam decibel (dB) tanpa tanda negatif. Berikut ini beberapa hal yang menyumbang kepada pelemahan cahaya pada serat optik[7]:

1. Penyerapan (Absorption)

Kehilangan cahaya yang disebabkan adanya kotoran dalam serat optik.

2. Penyebaran (Scattering)

3. Kehilangan radiasi (radiative losses)





Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit error rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

Sumber : Wikipedia.com, dengan beberapa perubahan

Rabu, 19 Oktober 2011

m4c3m² aL4y mNuruT g4ya tuL1s4nny4

Sekarang ini banyak banget alay-alay bergentayangan di dunia. Salah satu ciri dari alay tersebut adalah tulisannya yang aneh dan di luar nalar serta akal sehat. Di sini, saya akan mengklasifikasikan alay-alay ke beberapa tingkatan atau strata menurut dari tulisan mereka (di sini saya bukan mau ngebahas alay dari wajah atau penampilannya, Karena menurut saya, wajah adalah pemberian dari Tuhan yang merupakan anugerah untuk kita. Kalo tulisan kan emang biasanya dibuat oleh para alay itu sendiri).

CIKAL BAKAL ALAY
Cikal bakal alay berasal dari penulisan yang mencampur antara huruf kapital dan tidak. Contoh : “laPer.. mAo maKan tAi kaMbiNg duLu aaHh..” Pernah denger teori yang bilang kalo awal ketertarikan seseorang tehadap narkoba adalah bermula dari ketertarikan orang tersebut terhadap rokok? saya nggak setuju, Karna nggak semua perokok tertarik dan akhirnya menjadi seorang junkie atau pemakai narkoba. Dan nggak semua pemakai narkoba adalah seorang perokok. Alay pun begitu, nggak SEMUA ORANG YG MENGGABUNGKAN HURUF KAPITAL DAN TIDAK, NANTINYA AKAN MENJADI SEORANG ALAY DAN TERTARIK UNTUK MENJADI ALAY. SEKALI LAGI saya TEGESIN, nggak SEMUANYA. Tapi sayangnya, menurut riset yang dilakukan oleh badan meteorologi dan geofisika, sebagian besar para alay sendiri, sebelum menjadi alay sejati biasanya telah melewati tahapan menggunakan gabungan huruf kapital dan tidak. Walaupun lagi-lagi sekali lagi saya tegesin : nggak SEMUA YANG MEMAKAI TULISAN SEPERTI ITU NANTINYA AKAN MENJADI ALAY. Semua tergantung dari individu masing-masing. Seperti dalam buku PPKn yang saya baca (buku PPKn atau biologi saya juga lupa) : sperma itu ada berjuta-juta, dan cuma sperma yang terbaiklah yang bisa masuk ke ovum dan akhirnya berhasil melakukan pembuahan, lalu berubah menjadi embrio dan akhirnya menjadi manusia. Alay pun kayak gitu. Ada banyak orang yang menggunakan huruf campuran antara huruf kapital dan tidak, tapi nggak semuanya yang akhirnya menjadi alay. Cuma yang berjiwa alay sejati yang akhirnya berhasil melewati tahapan ini dan bisa berlanjut ke tahapan kedua.

Dalam buku JK Rowling yang terbaru, ALAY POTTER AND TULISAN DEWA YANG ANEH, alay dibagi menjadi 4 strata:

1. ALAY PEMULA (ALAY BEGINNER)
Alay tahapan pemula adalah alay-alay yang baru mencoba-coba untuk menjadi alay. Biasanya adalah para ABG-ABG labil yang masuk tahapan ini. Alay seperti ini biasanya adalah alay-alay yang sok imut atau mereka-mereka yang mulai menambahkan atau mengganti beberapa huruf yang wajar menjadi huruf yang agak ribet dan ruwet. Contoh: “seNank dech haTi sAaiia.. taDi paGi dianTeRin aMa paCaL duNd.. tapi biNund juGa, tumbEn yaCh paCaL ku saAiianK maO anTeL??” Biasanya, dalam tahapan ini seorang alay belum benar-benar menjadi alay. Mereka baru dalam tahap mencoba-coba untuk menjadi seorang alay.

2. ALAY MENENGAH (ALAY INTERMEDIATE)
Alay menengah nggak jauh beda dengan alay pemula. Bedanya, pada tahapan ini biasanya para alay mulai menggunakan tambahan huruf-huruf di suatu kata yang lebih ekstrim dan makin ribet dibaca. Dan dalam tahapan ini, biasanya para alay juga udah menetapkan dan memantapkan pilihan hidup mereka untuk menjadi seorang alay (lebay). Contoh: “hErandTh juJJa.. kOgh, cAaiiaa gUgh iCa nGwerJaiNth sOaL mTemaTikha yUaaccH..? kaTa paCaLd, aaiiOO sEmaNgadTh beLaJard.. bIaL piNteRd..”

3. ALAY TINGKAT ATAS (HIGH LEVEL OF ALAY)
Alay tingkat atas biasanya selalu menggunakan bahasa-bahasa yang saya bahas sebelumnya, dengan juga menggabungkan angka untuk mengganti beberapa huruf. Contoh: “DucH Gw4 5aiianK b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aLin akYu ya B3ibh”. Alay seperti ini berpotensi untuk masuk tahapan keempat, tahapan yang paling diidam-idamkan oleh para alay. Dan merupakan kasta tertinggi dalam strata alay ini.

4. RAJA DARI SEGALA RAJA ALAY (KING OF ALAY)
Inilah raja dari segala raja alay. Alay yang selalu diagung-agungkan oleh para alay. Alay yang selalu menjadi panutan. Alay yang merupakan pemimpin tertinggi dari para alay. Alay tahap ini merupakan alay sejati, yang persentase ke-alay-annya udah nggak diragukan lagi. Mereka-mereka yang termasuk dalam alay tahap ini biasanya telah menemukan jati dirinya sebagai alay sejati. Setelah sekain lama mencari jati diri (jadi tukang odong-odong nggak cocok, jadi dokter nggak bisa) akhirnya mereka menemukan juga jati diri yang sebenarnya : MENJADI ALAY. Alay tahap ini dalam sehari-hari selalu meggunakan bahasa alay kebanggaannya, dan malah mulai menambahkan tanda seru untuk mengganti huruf “i”. contoh: “hErandTh s4iiA m4 bH5a aLLa!! ii4nK an3H bIn nGaCo, Pi mAsEEch bNya6h aJj4 i!Ank m4k3.. p4kE iiAnK n0rMaLd Jj4 dUmMzz.. bH4sa gN!! m4h b!kiNdTh paLa pUs!inK dUaMzZ..”

So, masuk ke tipe alay manakah anda? mudah-mudahan sih enggak yah. Dan mudah-mudahan saya juga nggak termasuk ke tipe alay manapun.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5569107