Rabu, 01 September 2010

Matahari Ternyata Punya “Mata”


Matahari ternyata punya “mata” misterius. Hal tersebut diketahui saat teleskop raksasa Big Bear Telescope di California berhasil menangkap bintik hitam matahari. Foto ini diklaim foto terbaik bintik hitam matahari. Suhu tengah bintik hitam matahari diprediksi sekitar 3600 celcius, sedangkan daerah sekitarnya jauh lebih panas sekitar 5800 Celcius. Ada bentuk tak beraturan mengelilingi bintik hitam matahari yang dikenal granulasi. “mata” matahari ini diperkirakan terbuat dari gas panas yang muncul dari dalam matahari. Para ilmuwan yakin struktur magnetic seperti bintik hitam matahari memegang kunci penting untuk memahami cuaca ruang angkasa. Cuaca ruang angkasa yang berasal dari matahari, dapat berdampak mengerikan bagi iklim bumi. Badai buruk bias mengganggu jaringan daya dan komunikasi, menghancurkan satelit, bahkan menghempaskan pilot pesawat, awak, dan penumpang k radiasi. Profesor Philip R. Goodewill dari New Jersey Institute of Technologic mengatakan bahwa gambar tersebut di dapatkan dengan teleskop berdiameter lensa 1,6 meter. Teleskop itu memiliki resolusi mencakup sekitar 50 mil permukaan matahari. Observatrium Big Bear terletak di sebuah danau gunung jernih yang dikenal sangat stabil atmosfernya, oleh karena itu bintik matahari bisa dipotret dengan jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar